POPULISME POLITIK IDENTITAS & DINAMIKA ELEKTORAL

Oleh: M. Noer Fietriansyah

Judul               : Populisme Politik Identitas & Dinamika Elektoral

Penulis            : Burhanudin Muhtadi, Ph.D

Penerbit          : Intrans Publishing

Tahun Terbit   : 2019

Halaman         : xxiv + 304 halaman

Realitas politik senantiasa menjadi topik pembahasan yang menarik untuk dikuliti. Perbincangan tentangnya tak hanya terbatas dalam forum-forum akademis formal saja, ataupun sekedar menjadi isu yang diperdebatkan oleh pengamat-pengamat ahli di berbagai media. Ia kini telah merambah luas menjadi santapan publik, kapanpun dan dimanapun. Tak heran, isu yang satu ini kerapkali memadati ruang diskursus dengan jangkauan ke segala aspek kehidupan. Di Indonesia, dalam beberapa hal, ini merupakan petanda baik. Bahwa mayoritas masyarakatnya telah menunjukkan suatu kemajuan pesat, terbukti dengan tingkat kesadaran dan melek politiknya yang cukup tinggi.

Dalam dunia politik, dinamika demi dinamika senantiasa hadir. Bagaimana tidak, didalamnya bersinggungan langsung berbagai relasi antar makhluk/aktor dengan masing-masingnya memiliki tujuan berjangka, baik pendek dan panjang. Dari sini, politik dapat diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan tujuan-tujuan itu. Realitas politik pun semakin menarik, sebab didalamnya pula terdapat relasi kuasa, perebutan sumber daya strategis, perseteruan berbagai aktor, dan lain sebagainya, yang kesemuanya masing-masing membawa misi dan kepentingannya.

Karena menariknya berbagai dinamika tersebut, alhasil lahirlah buku ini. Sebagai upaya merekam berbagai geliat perpolitikan tanah air, terkhusus dalam rentang kisaran waktu 2014 hingga sebelum buku ini diterbitkan pada Maret 2018 lalu. Buku ini merupakan ikhtiar Burhanudin Muhtadi sebagai Penulis, dalam rangka menjahit berbagai peristiwa politik penting tanah air yang sarat makna. Baginya, peristiwa-peristiwa penting tersebut teramat perlu ditulis dan didokumentasikan agar tak hanya usai dalam mimbar-mimbar diskusi dengan durasi waktu yang amat terbatas.

Ada banyak hal yang diulas buku ini. Pada bagian-bagian awal, Burhanudin Muhtadi membahas kecenderungan perpolitikan tanah air yang menggunakan pola-pola populis sepaket dengan politik identitasnya, sebagai bahan bakar utama meraup dukungan massa dalam perhelatan elektoral. Populisme sebagai gerakan politik sendiri mulai dikenal sejak 1930-an, utamanya di Amerika Latin. Sederhananya, ia dapat diartikan sebagai suatu bentuk retorika politik segelintir aktor tertentu yang mengatasnamakan rakyat, dengan beranggapan bahwa kelompok elite dominan yang berkuasa sebagai pemerintahan korup dan telah gagal mengejawantahkan amanat rakyat.

Hingga kini, masih terbuka ruang perdebatan yang luas diantara para ahli untuk mendefinisikan makna populisme. Ada yang menganggapnya sebagai petanda baik dalam demokrasi. Sebab ia dapat menjadi pengingat yang ampuh bagi elite politik untuk lebih memberikan ruang bagi keterlibatan publik dan menempatkan sebesar-besar kepentingannya dalam proses pembuatan kebijakan. Pun sebaliknya, ada pula yang melihat populisme sebagai penyakit yang suatu waktu dapat membawa kehidupan berdemokrasi dalam kondisi kronis. Seringkali klaim-klaim kaum populis hanya digunakan untuk menaikkan elektabilitas personal di mata pemilih, agar dapat memenangkan sebanyak-banyaknya suara dalam kontestasi elektoral nantinya.

Selain hal-hal diatas, Burhanudin Muhtadi juga banyak mengulas dinamika politik tanah air beberapa tahun belakangan, khususnya peristiwa-peristiwa politik lima tahun terakhir. Diantaranya ia juga membahas terkait koalisi transaksional dan kutukan sistem presidensial; rekonsolidasi politik Jokowi; dinamika elektoral jelang pemilu serentak 2019; ideologi partai, oportunisme elite dan perilaku pemilih; hingga partai dan episentrum korupsi di Indonesia.

Buku ini teramat cocok bagi akademisi-akademisi ilmu sosial dan politik yang membutuhkan sudut pandang segar terkait dinamika perpolitikan kontekstual tanah air. Sepaket dengan itu, ia juga baik bagi pengamat politik guna menambah khazanah pandang dalam membedah realitas yang sarat intrik dan tarik menarik kepentingan didalamnya. Buku ini juga cocok kiranya dikonsumsi mahasiswa luas, tak terbatas pada kalangan ilmu sosial dan ilmu politik saja. Selain itu, ia juga cocok dikonsumsi aktivis-aktivis yang bergelut dalam dunia gerakan guna memperluas peta dan strategi taktik menghadapi geliat dan dinamika perpolitikan tanah air.

Sebagai penutup, ada suatu statement menarik Burhanudin Muhtadi yang sekiranya penting untuk disimak. Ia menegaskan: “…sudah saatnya para elite politik yang bertarung membangun konsensus nasional untuk mengurangi semaksimal mungkin penggunaan politik identitas dalam kampanye politik. Politik identitas bukan hanya akan mengurangi kesempatan pemilih untuk mendapatkan sajian kampanye yang bermutu dan kredibel, tapi juga membahayakan tenun kebangsaan kita yang dijahit dengan benang-benang keberagaman dan kemajemukan.”

Melawan Investasi Tambang Berbasis Kultural

Oleh: Aprilia Tri Wahyu N.

Judul buku      : Gerakan Sosial dan Kebudayaan

Penulis            : Ahmad Atang

Penerbit           : Intrans Publishing

Tahun Terbit   : 2018

Tebal Buku     : xxii + 248 halaman

Kabupaten Lembata adalah sebuah daerah yang terletak di Nusa Tenggara Timur dengan kekayaan sumber daya alam berupa potensi tambang. Potensi tambang tersebut, diantaranya panas bumi, emas, perak, timah hitam, dan tembaga. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Atang didaerah tempat kelahirannya dalam melihat persoalan investasi tambang. Dalam buku ini, ia menunjukkan adanya ketimpangan antara negara, pasar, dan masyarakat sipil hingga memicu aksi-aksi kolektif. Negara dengan kewenangannya memberikan izin kepada investor tambang untuk melakukan investasi tanpa negosiasi dengan masyarakat. Hal inilah yang membuat terjadinya ketimpangan relasi antar negara dan pasar. Hingga menyebabkan munculnya gerakan perlawanan yang dilakukan masyarakat sipil seperti kalangan LSM, masyarakat adat, tokoh agama dan petani dengan mengusung perlawanan berdasarkan budaya setempat.

Hubungan masyarakat Lembata dan adat terlihat melalui kepatuhan mereka dengan alam. Wujud kepatuhan mereka­ ditunjukkan melalui praktik ritual adat seperti ritual menjelang hujan dan seremoni bersih kampung. Kepercayaan yang kuat itu menjadi landasan mereka dalam melakukan gerakan sosial.

“…..nilai agama dalam pandangan masyarakat Lembata adalah menyerah diri kepada kekuatan gaib yang memberikan garansi kehidupan yaitu, Tuhan dan alam. Dengan demikian, Gerakan sosial di Kabupaten Lembata dalam tataran masyarakat adat lebih disebabkan karena adanya pandangan nilai agama tersebut.” Hal 104.

Berdasarkan pandangan masyarakat Lembata mengenai alam, tanah dipandang bukan hanya persoalan ekonomi melainkan juga hal yang berkaitan dengan nilai religius. Bagi mereka, tanah diibaratkan seperti ibu yang melahirkan dan memberi roh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan yang berkaitan dengan mengeksploitasi tanah harus dilawan untuk menjaga dan mempertahankan alam.

Nilai budaya lokal yang didalamnya memuat ritual, mitos, dan keyakinan mistis masyarakat Lembata mengenai alam dimunculkan dalam perlawanan terhadap tambang. Selain itu, nilai budaya lokal tersebut juga dimunculkan untuk melihat dan mengutuk siapa saja yang ingin mengambil emas. Dalam bukunya, Abe Sulang salah seorang informan penulis memberikan pandangan mengenai nilai budaya lokal dalam melihat tambang sebagai auq niwang (jangkarnya tanah).

“Jika emas diambil sama dengan melepas jangkar dari ikatannya membuat kampung tidak aman, masyarakat jadi tidak stabil seperti sampan dilaut yang hanyut terbawa arus dan gelombang akibat jangkarnya dilepas atau terlepas, sehingga tidak ada pegangan lagi. Begitu juga kehidupan kampung dan kesatuan masyarakat akan mengalami kegoncangan oleh berbagai cobaan dan malapetaka.” Halaman 129

Atang dalam bukunya dengan mudah membuat pembaca mencerna setiap konflik dan permasalahan yang terjadi dalam tambang di Lembata. Pembaca juga akan dibawa untuk melihat permasalahan tambang tersebut berdasarkan aspek sosial, ekonomi dan politik.

Menariknya, Atang mampu membedah pandangan pembaca bahwa gerakan sosial yang dilakukan masyarakat Lembata bukan bermaksud untuk menciptakan perubahan melainkan, untuk mempertahankan nilai-nilai budaya. Hal tersebut terlihat bahwa gerakan lebih bersifat kultural-sosiologis karena terhubung dengan budaya lokal mengenai permasalahan tambang. Sehingga, buku ini cocok bagi mahasiswa yang menempuh studi sosiologi, Antropologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Atang dalam bukunya mampu menjelaskan gambaran umum hingga permasalahan yang terjadi mengenai tambang di Lembata. Disisi lain, ia juga menunjukkan cara-cara penyelesain yang dilakukan masyarakat tersebut. Pembaca akan memahami perjuangan dari pergerakan yang dilakukan masyarakat melawan negara dan investor.

Mari Membaca dan Jatuh Cinta


Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta.” –Najwa Shihab

Pengalaman mencari, menemukan, atau memilih buku harus memberikan kesan yang asik bagi para pembaca. Saat ini, Intrans Publishing akan mengajak anda untuk berpetualang dan menemukan cinta tersebut. Rilisan terbaru ini selain memenuhi kebutuhan studi serta membuat publik semakin mencintai aktivitas membaca, juga akan mengantar pembaca pada pengetahuan terbaru.

Siapa yang harus membaca buku-buku Intrans?

Pertama, mahasiswa/mahasiswi yang merasa buntu dalam mengerjakan tugas kuliah baik itu dalam format makalah, skripsi, maupun tugas akhir; tidak perlu lagi memenuhi timeline media sosial dengan keluh-kesah atau kegalauan. Beberapa buku Intrans bisa memperkaya teori, memperkuat metodologi, dan mempertajam analisis teman-teman. Apalagi hanya sekedar menyelesaikan tugas kuliah. Komunikasi Politik, Home Visit Pekerjaan Sosial, dan Impelentasi Pekerjaan Sosial adalah beberapa judul buku pegangan mahasiswa yang tidak sekedar kaya secara teori namun juga aplikatif.

Kedua, publik yang lapar akan pengetahuan terkini. We all know, publik atau khalayak umum tetap menjadi subjek yang harus dipenuhi rasa laparnya atas pengetahuan terkini. Terbukanya akses terhadap informasi yang luas membuat publik menjadikan membaca sebagai aktivitas penting di samping rutinitas pekerjaan. Beberapa judul buku memang tepat diluncurkan saat ini sebagai medium belajar publik untuk melihat fenomena dan isu yang terjadi saat ini secara utuh dan kritis; salah tiganya, Media Sosial Agama Baru Masyarakat Milenial, Politik Indonesia Kini, dan Populisme Politik Identitas dan Dinamika Elektoral. Ketiga terbitan terbaru Intrans tersebut tepat untuk mereka yang ingin meng-update pengetahuan seputar fenomena post truth, hoaks, populisme, ujaran kebencian, dan politik identitas yang berseliweran di media sosial.

Lalu, jika menurut Nana (Najwa Shihab) hanya dibutuhkan satu buku untuk kita mulai jatuh cinta pada membaca, buku apa kira-kira yang akan menambatkan hati kita pada aktivitas membaca? Berikut adalah daftar buku terbitan lini-lini Intrans Publishing yang telah rilis Januari hingga Maret 2019.

Daftar buku Intrans Publishing rilis Januari-Maret 2019

Intrans Publishing

Media Sosial Agama Baru Masyarakat Milenial (klik)
Penulis Nurudin

Populisme Politik Identitas & Dinamika Elektoral (klik)
Penulis Burhanuddin Muhtadi, Ph.D.

Reforma Agraria Land Reform dan Redistribusi Tanah Di Indonesia (klik)
Penulis Diyan Isnaeni, S.H., M.H. & Dr. H. Suratman, S.H., M.Hum.

Komunikasi Politik Pemahaman Secara Teoritis dan Empiris (klik)
Penulis Efriza & Jerry Indrawan

Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi Pengelolaaan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing (klik)
Penulis Fatahullah Jurdi

Politik Indonesia Kini Potret Budaya Politik Hingga Dinamika Pilkada (Klik)
Editor Abdul Aziz SR

Desentralisasi dan Otonomi Daerah Di Negara Kesatuan Republik Indonesia (klik)
Penulis Drs. Abdul Kholiq Azhari, M.Si. & Abdul Haris Suryo Negoro, S.I.P., M.Si.

Impelementasi Teori, Teknik, dan Prinsip Pekerjaan Sosial (klik)
Penulis Sugeng Pujileksono & Mira Wuryanti

Home Visit Pekerjaan Sosial (klik)
Penulis Dr. Sugeng Pujileksono, M.Si.

Setara Press

Hukum Keuangan Negara & Daerah (klik)
Penulis Josef Mario Monteiro, S.H., M.H.

Metode Penetapan Hukum Islam (klik) Membangun Madzhab Fiqih Kontemporer di Indonesia.
Penulis Prof. Dr. Kasuwi Saiban, M.Ag.

Tanggung Jawab Pengelolaan BUMD (klik) Kajian Empirik Mengenai Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab Mengelola BUMD
Penulis Dr. Yudho Taruno Muryanto, S.H., M.Hum

Penyelesaian Sengketa Pajak (klik) Konsep dan Konstruksi Pengaturan Mediasi di Indonesia
Penulis Dr. Khoirul Hidayah, S.H., M.H.

Hak Kekayaan Intelektual dan Investasi (klik) Kajian HKI dalam Dunia Investasi Termasuk Pada UMKM
Penulis Dr. Endang Purwaningsih, S.H., M.Hum., Dr. Muslikh, S.E., M.E., Nurul Fajri Chikmawati, S.H., M.H.

Grasi Sebagai Beschikking (klik)
Penulis Fajurrahman Jurdi, Ahmad Yani

Madani

Integritas Terbuka (klik) Keterampilan Berdialog Antar Umat Beragama
Penulis Gerardette Philips, Mochamad Ziaulhaq

Pendidikan Pancasila (Klik) Sebagai Paradigma Pembangunan
Penulis Ahmad Busrotun Nufus, Novitasari, Sukron Mazid

Pendidikan Antikorupsi (klik) Kajian Multiperspektif dan Strategi Pemberantasan Korupsi dalam Berbagai Pendekatan
Penulis Dr. A. Malthuf Siroj, M.Ag., Ismail Marzuki, S.HI., M.H.

Beranda

Hari Tanpa Jeda (klik)
Penulis Ali Abdillah, S.H., LL.M.

Empat Dua

Maqasid Ekonomi Syariah (klik) Tujuan dan Aplikasi
Penulis Dr. Moh. Mufid, Lc., M.H.I.

Intimedia

Teknologi Pengasapan Ikan Tradisional (klik)
Penulis Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc

Bio Proses Limbah Pertanian (klik)
Penulis Dr. Ir. Yohanes Setiyo, M.P., Ir. Ida Bagus Wayan Gunam, M.P., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Bambang Andi Harsojuwono.

Penyakit Dentomaksilofasial (klik)
Penulis Dr. Banun Kusumawardani, drg., M.Kes., Dwi Merry Christmarini Robin, drg., M.Kes.