11 Buku tentang Korupsi yang Wajib Kamu Miliki

Korupsi menjadi wabah penyakit yang menjalar di Indonesia. Sudah terlalu banyak orang dari berbagai kalangan yang mengemukakan pandangannya, baik dari kalangan akademisi, praktisi, bahkan seniman sekalipun. Namun sampai hari ini, korupsi masih saja menjadi masalah yang seolah tak kunjung selesai. Para pemangku jabatan masih dengan mudahnya tergiur memanfaatkan jabatannya untuk melakukan kecurangan demi memperkaya diri sendiri. Ada banyak sekali buku yang telah membahas korupsi dari berbagai sisi. Berikut ini adalah 11 buku pilihan kami:

  1. DINASTI BANTEN – Ade Irawan dkk. (Intrans Publishing, 2016)

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa ketika kita menyebut banten hari ini maka yang terngiang adalah pemerintahannya yang korup. Ratu Atut yang menjabat dua periode sebagai Gubernur Banten, sebelum ditahan atas kasus Korupsi pada periode ke-2nya, menjadi tokoh sentral atas perilaku koruptif pemerintahannya. Buku ini mengungkap tidak hanya tentang fakta-fakta mengenai korupsi yang terjadi mulai dari nepotisme, berbagai bentuk penolakan, sampai dengan sepak terjang oknum wartawan yang jadi bagian dinasti politik. Namun juga menceritakan keterlibatan aktivis anti korupsi di Banten dan ICW dalam membongkar kasus korupsi di wilayah itu.

  1. KORUPSI – Pramoedya Ananta Toer (Nusantara, 1954)

Bagi para penggemar buku lawas tentu sudah tak asing lagi dengan novel yang ditulis oleh salah satu tokoh sastrawan terbesar di Indonesia ini. Novel yang pertama kali diterbitkan oleh N.V. Nusantara pada tahun 1954 ini menceritakan tentang korupsi dari kaca mata sang pelaku. Hal ini tentu akan sangat menarik karena umumnya kita jumpai bacaan mengenai korupsi dari sudut pandang penegak hukum ataupun para peneliti. Novel ini membuat kita ikut merasakan konflik batin bagaimana seseorang sampai melakukan tindakan korupsi.Kemiskinan adalah kutukan bagi hati yang tidak sederhana(hal. 82)  – begitu kutipan yang paling khas yang memberi makna pada buku ini.

  1. BERKELAHI MELAWAN KORUPSI – Bambang Widjojanto (Intrans Publishing, 2017)

BeWe sebagai pejuang anti korupsi tentu mengalami betul perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia. Ia mengungkap berbagai kenyataan yang terjadi selama periode jabatannya sebagai komisioner KPK. Buku yang ditulis setebal 478 halaman ini menguak tentang problematika pengentasan kasus korupsi sampai pada kriminalisasi para pimpinan KPK yang pada akhirnya dirasakan oleh BeWe pula setelah penetapan seorang Jendral Polisi sebagai tersangka dalam kasus simulator. Namun BeWe lebih memilih diksi “berkelahi” daripada “memberantas” karena nampaknya BeWe ingin memperlihatkan keseimbangan posisi tawar antara lembaga anti korupsi dengan koruptor itu sendiri.

  1. BUNGA RAMPAI KORUPSI – Penyunting: Mochtar Lubis dan James C. Scott (LP3ES, 1985)

 

Buku yang tak kalah lawas ini pertama kali diterbitkan LP3ES pada tahun 1985. Memuat tulisan para tokoh yang cukup dikenal yaitu Mochtar Lubis, H.A. Brasz, M. Jaspan, Robert O. Tilman, David H. Bayley, dan Onghokham. Buku ini merupakan kumpulan pemikiran danpandangan mereka mengenai fenomena korupsi juga dampaknya yang menyeruak sampai pada sendi-sendi lapisan masyarakat. Para tokoh mengeluarkan pendapatnya mengenai mengapa korupsi dapat muncul dan sangat sulit untuk dientaskan.

  1. SOSIOLOGI KORUPSI – Syed Hussein Alatas (LP3ES, 1980)

Buku yang ditulis oleh salah seorang Sosiolog berkebangsaan Malaysia ini mencoba memperkenalkan Korupsi kepada khalayak melalui berbagai pendekatan sosiologis. Penulis mencoba menarik korupsi sebagai benang merah antara penyuapan, pemerasan, dan nepotisme. Pada buku ini, penulis juga mencoba membedakan cara memandang korupsi dari beberapa sudut pandang. Pertama dari Fungsi Korupsi, kedua dari sebab-sebab korupsi, dan yang ketiga adalah pemecahan masalah korupsi. Buku ini merupakan panduan yang tepat untuk mengenali korupsi.

  1. KORUPSI DAN KEBUDAYAAN – Ajip Rosidi (Pustaka Jaya, 2006)

Berbeda dengan bahan literature lainnya yang membahas korupsi, kali ini Ajip Rosidi mencoba untuk mengupas korupsi dari sudut pandang kebudayaan. Ia mencoba mengulur korupsi yang mewabah hari ini sebagai gejala yang berakar pada watak dan perilaku pembesar pada zaman kerajaan di Nusantara. Perebutan tahta sampai pada usaha untuk memperkaya diri atau golongan merupakan cerminan mental korup yang sudah ada semenjak zaman kerajaan dahulu.

  1. KORUPSI DALAM SILANG SEJARAH INDONESIA – Peter Carey dan Suhardiyoto Haryadi (Komunitas Bambu, 2016)

Buku yang diterbitkan oleh Komunitas Bambu pada tahun 2016 ini menelisik korupsi dari segi sejarah. Mulai sejak zaman Diponegoro (1785-1855) sampai pada Perang Jawa (1825-1830). Limpahan uang karena kedatangan penyewa tanah dari Eropa membuka jalan bagi para pejabat untuk bertindak koruptif. Penulis mencoba membuktikan bahwa persoalan korupsi mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. KATA TIDAK SEKADAR MELAWAN – GOL A GONG, NANANG FARID SYAM, SOSIAWAN LEAK (Beranda, 2017)

Hari ini, dengan telanjang kita bisa menyaksikan kebrutalan berbangsa-bernegara melalui apa yang disebut dengan korupsi. Perampokan kekayaan negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, demi mengejar keuntungan pribadi dan kelompok. Bukan hanya kerugian negara saja yang ditimbulkan, melainkan juga keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi terabaikan. Seolah tidak akan diinsyafi, praktik korupsi menjadi laku keseharian pejabat dan politisi. Surat kabar harian, tanpa jeda mengabarkan korupsi yang entah telah menguras berapa triliun kekayaan negara ini. Kepengapan situasi semacam itulah yang coba didobrak oleh barisan para penyair melalui puisi-puisi mereka. Bagi mereka, penyair bisa jadi tergelincir dan terperosok pada jurang kenaifan serta dikooptasi oleh kepentingan. Karenanya, seperti yang dituliskan Sosiawan Leak dalam buku ini, kata “PUISI” dipilih untuk menggeser kata “PENYAIR” dalam menamai gerakan para penyair dalam melawan korupsi, jadilah Puisi Menolak Korupsi (PMK) dipilih sebagai namanya.

  1. KORUPSI KEMANUSIAAN – Ignas Kleden dkk (Kompas, 2006)

Buku yang diterbitkan pada tahun 2006 ini merupakan kumpulan artikel yang pernah dimuat oleh kompas. Buku ini berisi 12 tulisan yang dipersembahkan sebagai kado ulang tahun ke-70 Romo Franz Magnis Suseno. Dalam buku ini, korupsi dikritisi bukan hanya mengenai harta namun juga mengenai pembusukan berbahasa dan pembusukan berpikir. Para penulis mengkritisi dampak negative yang dihasilkan dari kehidupan yang dicengkeram oleh kapitalisme. Para penulis juga menawarkan solusi melalui penanaman nilai-nilai kehidupan pada manusia.

  1. BEWE MENGGUGAT (Kriminalisasi Membungkam Suara Rakyat) – Bambang Widjojanto (Intrans Publishing, 2017)

BeWe Menggugat adalah buku pembelajaran yang mencoba menggebrak lanskap interpretasi kriminalisasi. Buku ini menjadi sangat menarik karena 3 alasan. Kesatu, dilengkapi dokumen dari lembaga negara yang terlibat menginvestigasi dan memberikan penilaian atas indikasi penyalahgunaan kewenangan oleh kekuasaan. Kedua, memuat berbagai informasi yang sebagiannya belum diketahui luas oleh publik. Ketiga, tidak hanya memuat tulisan menarik tentang berbagai ekspresi atas kejadian kriminalisasi BeWe melainkan juga analisis dari pakar hukum. Sebagai aktor penggerak pemberantasan korupsi, juga sebagai korban kriminalisasi, penuturan BeWe akan menjadi cerita yang sangat menarik untuk disimak oleh para pihak yang ingin mengetahui fakta-fakta dibalik kasus yang sempat membuat publik heboh tersebut. Masyarakat tentu akan sangat terkejut sekaligus geram jika terlarut dalam kilas balik perjuangan BeWe mempertahankan prinsipnya sebagai pegiat anti korupsi.

  1. JANGAN BUNUH KPK – DENNY INDRAYANA (Intrans Publishing, 2017)

Buku ini diterbitkan di tengah upaya pelemahan KPK yang seolah tak kunjung berhenti. Baik melalui proses kriminalisasi para pimpinannya dan penyidiknya maupun melalui proses politik di legislasi. Buku ini patut dibaca oleh akademisi hukum, aktivis anti korupsi, dan siapapun yang ingin agar korupsi tak lagi menghantui masa depan anak negeri. Yang membuat buku ini menarik untuk diperbincangkan adalah keberanian penulis, sebagai pegiat anti korupsi, untuk menguak hal-hal yang tidak terungkap di hadapan public mengenai pelemahan terhadap institusi KPK oleh berbagai pihak. Penulis juga menawarkan solusi yang segar bagi keberlangsungan pemberantasa korupsi yang semakin mengkhawatirkan dan dipenuhi intrik di negeri ini. Buku ini dapat menambah keyakinan masyarakat untuk memperjuangkan gerakan pemberantasan korupsi. Itulah beberapa buku pilihan dari kami bagi para pegiat anti korupsi. Memberantas korupsi bukan hanya persoalan penegakan hukum, tapi memberantas korupsi juga soal membangun budaya dengan literasi. Jika ingin mengetahui seluk beluk korupsi dan modus operandinya, buku-buku tersebut sangat direkomendasikan!

Read More

Leave a Reply

*

%d blogger menyukai ini: