Judul: Seribu Gagasan Omah Ndhuwur: Gerakan Kebudayaan dari Kampung sebagai Ruang Hidup Masa Depan
Penulis: Probo Darono Yakti, Abimardha Kurniawan, Achmad Muzakky Cholily, Adam Amin Bahar, Adiyanto, Biandro Wisnuyana, Dewi Chisay, Dhahana Adi Pungkas, Djoko Saryono, Emma Alfa Nadia, Guruh Dimas Nugraha, Hadit Fikri Falah, Henny Eka Ferdian, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, I Made Arista, Imam Gazi Al Farizi, Lesli Citra Pertiwi, Listiyono Santoso, M Aly Azka Baihaqi, Nadya Afdholy, Putu Aditya Ferdian Ariawantara, Redy Eko Prastyo, Siti Aminah, Widji Utomo
Penyunting: Dr. Probo Darono Yakti, S.Hub. Int., M.Hub.Int.
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Halaman: 212 Halaman
ISBN: 978-623-6529-69-0
Harga: Rp104.000
Penerbit: Intrans Publishing
Kategori: Kebudayaan
Buku Seribu Gagasan Omah Ndhuwur: Gerakan Kebudayaan dari Kampung sebagai Ruang Hidup Masa Depan menuturkan kisah transformatif Kampung Dupak Bangunrejo di Surabaya, yang dahulu dikenal sebagai kawasan lokalisasi, kini menjelma menjadi kampung budaya yang hidup dan ramah anak. Melalui tangan dingin Abdoel Semute dan komunitas Sanggar Seni Omah Ndhuwur, kebudayaan diolah menjadi sarana penyembuhan, pendidikan, dan pemberdayaan. Buku ini merangkum beragam narasi–dari catatan sejarah, refleksi akademik, hingga ekspresi seni-yang bersama-sama menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan untuk menata masa depan.
Buku bunga rampai ini menghadirkan gagasan tentang kampung sebagai pusat kreativitas, solidaritas, dan ketahanan sosial di tengah arus urbanisasi yang sering meminggirkan manusia. Dengan dukungan berbagai lembaga kebudayaan dan tokoh publik, buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi perubahan sosial, tetapi juga manifestasi gerakan kultural yang berpijak pada nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. Sajian literatur ini adalah ajakan untuk menyalakan kembali “urip sing urup” hidup yang menyala dan menghidupi sesama-dari ruang-ruang kecil yang selama ini dianggap pinggiran, namun justru menyimpan api peradaban masa depan.








