JANJI YANG TERINGKARI NGO, Masyarakat Sipil, dan Kemunduran Demokrasi Global

Kategori: Pendidikan | 907 Kali Dilihat
JANJI YANG TERINGKARI NGO, Masyarakat Sipil, dan Kemunduran Demokrasi Global Reviewed by Amar Nur Islami on . This Is Article About JANJI YANG TERINGKARI NGO, Masyarakat Sipil, dan Kemunduran Demokrasi Global

Penulis: Ken Budha Kusumandaru Ukuran: 14 cm x 21 cm Halaman: xxviii + 148 hlm Harga: Rp76.000 Penerbit: Intrans Publishing Tahun Terbit: 2024 Masyarakat Sipil dan Organisasi Non-Pemerintah (NGO) adalah dua terminologi yang mendominasi politik dan gerakan demokrasi pada dekade-dekade awal abad ke-21. Namun, setelah gelombang demokratisasi melanda dunia di akhir abad ke-20, janji… Selengkapnya »

Rating: 4.0
Preorder - Prosess Hari
Harga:Rp 76.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
30-03-2024
Detail Produk "JANJI YANG TERINGKARI NGO, Masyarakat Sipil, dan Kemunduran Demokrasi Global"

PenulisKen Budha Kusumandaru

Ukuran: 14 cm x 21 cm

Halaman: xxviii + 148 hlm

Harga: Rp76.000

Penerbit: Intrans Publishing

Tahun Terbit: 2024

Masyarakat Sipil dan Organisasi Non-Pemerintah (NGO) adalah dua terminologi yang mendominasi politik dan gerakan demokrasi pada dekade-dekade awal abad ke-21. Namun, setelah gelombang demokratisasi melanda dunia di akhir abad ke-20, janji demokrasi ini belum juga terpenuhi. Sebaliknya, indeks demokrasi di banyak negara di dunia mengalami kemunduran signifikan dalam dekade kedua abad ini. Indonesia termasuk di antara sekian banyak negeri yang mengalami kemunduran signifikan dalam indeks demokrasinya. Janji demokratisasi ini bukan saja digaungkan oleh sekian banyak narasi tentang masyarakat sipil, bagaimana masyarakat sipil ini menjadi sendi pokok bagi demokrasi, melainkan juga tercermin dalam besarnya sumber daya yang dicurahkan untuk sektor NGO ini oleh berbagai lembaga donor internasional.

Apa yang keliru? Mengapa janji demokratisasi ini gagal terpenuhi? Buku ini menelusuri konsep masyarakat sipil, evolusi yang dialaminya sampai pada versi yang kita kenal hari ini. Bersamaan dengan itu, buku ini juga merunut koneksi antara konsep masyarakat sipil ini dengan NGO. Dan, yang terpenting, buku ini menjejak bagaimana campur-tangan pihak ketiga telah memuntir konsepsi masyarakat sipil dan NGO ini untuk kepentingan mereka sendiri. Dalam proses itu, buku ini menjawab pertanyaan: mengapa masyarakat sipil dan NGO gagal memenuhi janji untuk mewujudkan demokrasi?

 
Hubungi kami