Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok Karya Santi Ding P.hD.

Kategori: Intrans Publishing | 1073 Kali Dilihat
Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok Karya Santi Ding P.hD. Reviewed by Feni store on . This Is Article About Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok Karya Santi Ding P.hD.

Judul: Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok Penulis: Santi Ding P.hD. Ukuran: 15.5 cm x 23 cm Halaman: 252 Harga: Rp114.000 Penerbit: Intrans Publishing Kategori: Sosial Politik Tahun Terbit: 2024 Perang dan ketidakstabilan di Tiongkok telah menjadi faktor pendorong utama migrasi etnis Tionghoa… Selengkapnya »

Rating: 5.0
Preorder - Prosess Hari
Harga:Rp 114.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
0.3 Kg
13-08-2024
Detail Produk "Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok Karya Santi Ding P.hD."

Judul: Citra Tiongkok di Mata Indonesia: Pertukaran Masyarakat daan Budaya antara Indonesia dan Tiongkok

Penulis: Santi Ding P.hD.

Ukuran: 15.5 cm x 23 cm

Halaman: 252

Harga: Rp114.000

Penerbit: Intrans Publishing

Kategori: Sosial Politik

Tahun Terbit: 2024

Perang dan ketidakstabilan di Tiongkok telah menjadi faktor pendorong utama migrasi etnis Tionghoa ke Indonesia selama berabad-abad. Peristiwa penting yang menyebabkan perpindahan etnis Tionghoa ke Indonesia di antaranya, perang ketidakstabilan di Tiongkok, kolonialisme Belanda, kebijakan Pemerintah Tiongkok dan Krisis Ekonomi, serta Kebijakan Pemerintah Indonesia. Adanya migrasi ini memunculkan terjadinya pertukaran masyarakat dan budaya antara Indonesia dengan Tionghoa. Kegiatan pertukaran bisa meliputi aspek pendidikan, budaya dan seni, serta keagamaan.

Buku ini juga menarasikan perjalanan Laksamana Cheng Ho serta kontribusinya terhadap pertukaran masyarakat dan budaya di Indonesia. Selain Laksamana Cheng Ho, hubungan antara Indonesia dan Tionghoa juga dapat dilihat dari kontrak kerajaan-kerajaan di nusantara, seperti Tarumanegara dan Sriwijaya. Pertukaran masyarakat dan budaya antara Indonesia dan Tionghoa dapat dilihat dari peninggalan dan pengaruh yang terjadi. Semarang adalah kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang pernah dinamai dengan nama orang Tionghoa, dan ada banyak peninggalan yang terkait dengan Cheng Ho termasuk Klenteng Cheng Ho yang sangat luas.

 
Hubungi kami