Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي Karya Huda Sha’rawi

Kategori: Aruna Media » Autobiografi | 294 Kali Dilihat
Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي Karya Huda Sha’rawi Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي Karya Huda Sha’rawi

Judul: Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي Penulis: Huda Sha’rawi Penerjemah: Nurlatipah Ukuran: 12 x 19 cm Halaman: 176 Halaman Harga: Rp75.000 ISBN: 978-634-05-0006-6 Penerbit: Aruna Media (Lini Penerbit Intrans Publishing) Kategori: Autobiografi   Apa sebenarnya yang terjadi di balik dinding harem? Dalam Neraka… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 75.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
13-04-2026
Detail Produk "Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي Karya Huda Sha’rawi"

Judul: Neraka di Harem: Otobiografi Feminis Pertama Mesir

Diterjemahkan dari مـذكـرات هـدى شـعـراوي

Penulis: Huda Sha’rawi

Penerjemah: Nurlatipah

Ukuran: 12 x 19 cm

Halaman: 176 Halaman

Harga: Rp75.000

ISBN: 978-634-05-0006-6

Penerbit: Aruna Media (Lini Penerbit Intrans Publishing)

Kategori: Autobiografi

 

Apa sebenarnya yang terjadi di balik dinding harem?

Dalam Neraka di Harem, Huda Sha’arawi—tokoh feminis terkemuka Mesir—membuka kembali ingatan masa kecil dan masa dewasanya yang dihabiskan dalam sistem harem pada akhir abad ke-19. Melalui kisah yang intim dan jujur, ia mengajak pembaca memasuki dunia yang selama ini lebih sering dibicarakan oleh orang luar daripada oleh mereka yang mengalaminya sendiri.

Buku ini merekam kehidupan perempuan kelas atas Mesir: pendidikan di ruang tertutup, relasi kompleks antarperempuan, pernikahan yang diatur, serta batas-batas ketat antara dunia domestik dan ruang publik. Namun memoar ini bukan sekadar potret pengekangan. Di balik rutinitas dan pengawasan, tumbuh kesadaran, solidaritas, dan percakapan-percakapan sunyi yang kelak menjadi benih gerakan perempuan. Ditulis dari sudut pandang seorang perempuan yang hidup di masa transisi besar—antara tradisi dan modernitas, kolonialisme dan nasionalisme—Neraka di Harem menunjukkan bahwa feminisme Mesir tidak lahir dari penolakan terhadap agama atau budaya, melainkan dari pengalaman hidup yang menuntut keadilan dan martabat.

Lebih dari sebuah memoar, buku ini adalah kesaksian sejarah: tentang bagaimana suara perempuan, yang lama dikurung dalam ruang privat, perlahan menemukan jalannya ke ruang publik dan ikut membentuk arah sebuah bangsa.

Tags:

 
Hubungi kami