Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer Karya Nurudin

Kategori: Psikologi » Selaksa Media | 585 Kali Dilihat
Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer Karya Nurudin Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer Karya Nurudin

Judul: Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer Penulis: Nurudin Ukuran: 14 x 21 cm Halaman: 150 Halaman Harga: Rp79.000 ISBN: 978-602-5437-67-0 Penerbit: Selaksa Media Kategori: Psikologi   K-Pop bukan lagi sekadar musik. Ia sudah menjelma menjadi “agama pop” baru yang dianut jutaan anak muda di seluruh… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 79.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
17-11-2025
Detail Produk "Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer Karya Nurudin"

Judul: Agama Itu Bernama K-Pop: Kesetiaan, Euforia, dan Imperialisme Budaya Populer

Penulis: Nurudin

Ukuran: 14 x 21 cm

Halaman: 150 Halaman

Harga: Rp79.000

ISBN: 978-602-5437-67-0

Penerbit: Selaksa Media

Kategori: Psikologi

 

K-Pop bukan lagi sekadar musik. Ia sudah menjelma menjadi “agama pop” baru yang dianut jutaan anak muda di seluruh dunia. Dari konser megah hingga trending topic di Twitter, dari lightstick di stadion hingga dance challenge di TikTok, semua menjadi ritual kolektif yang menyatukan generasi digital lintas negara. Buku ini mengupas K-Pop dari sisi yang jarang dibicarakan. Mulai dari peran pemerintah Korea sebagai “produser eksekutif”, kekuatan fandom digital, hingga bagaimana K-Pop menjadi senjata soft power yang mengubah wajah diplomasi budaya.

Melalui gaya penulisan populer dan mengalir, buku ini membawa pembaca menyelami dunia K-Pop dengan cara yang segar. Pembaca diajak melihat bagaimana musik mampu membentuk identitas, solidaritas, bahkan gaya hidup generasi muda. Agama Itu Bernama K-Pop bukan hanya kumpulan tulisan tentang idol dan fandom, melainkan juga cermin tentang zaman. Dari musik, media sosial, dan politik bertemu dalam satu panggung global, hingga memberlakukan K-Pop sebagai sebuah agama.

 
Hubungi kami