PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban

Kategori: EmpatDua | 1019 Kali Dilihat
PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban Reviewed by Amar Nur Islami on . This Is Article About PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban

Judul: PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban Penulis: Satti Wagistina, Antariksa, Agus Suman, & Bagyo Yanuwiadi Empatdua Media Uk 15,5×23 cm 184 hlm Harga: 91.000 Sinopsis: Urbanisasi di Indonesia masif terjadi. Kota-kota semakin padat, sedangkan di perdesaan semakin “sepi” minim sumber daya manusia. Fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 91.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Terbatas
0.3 Kg
16-05-2023
Detail Produk "PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban"

Judul: PERAMBAHAN KOTA: Konsep dan Model Pembangunan Wilayah Sub-urban
Penulis: Satti Wagistina, Antariksa, Agus Suman, & Bagyo Yanuwiadi

Empatdua Media
Uk 15,5×23 cm
184 hlm
Harga: 91.000
Sinopsis:
Urbanisasi di Indonesia masif terjadi. Kota-kota semakin padat, sedangkan di perdesaan semakin “sepi” minim sumber daya manusia. Fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan sosial antardaerah, antara perdesaan dan perkotaan. Disinyalir, faktor pendorong urbanisasi adalah ketimpangan kualitas pembangunan dan pelayanan publik antara perdesaan dan perkotaan yang kemudian memengaruhi akses perekonomian. Perkotaan dengan pembangunan, pelayanan publik, dan peluang kerja variatif memberi daya tarik yang kuat bagi masyarakat perdesaan untuk meninggalkan desa.
Fenomena urbanisasi tidak hanya sebatas persoalan individu berpindah demi meningkatkan kualitas hidupnya, tetapi berhubungan dengan timbulnya gejala dan permasalahan baru bagi daerah bahkan negara. Hal itu karena pergerakan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain beriringan dengan pergerakan barang, informasi, dan tingkah laku manusia. Dampak urbanisasi bagi perdesaan adalah semakin minimnya penduduk usia produktif di desa. Adapun di perkotaan timbul masalah kepadatan penduduk, hunian semakin terbatas, kemacetan, dan daerah kumuh. Selain itu, muncul kawasan sub-urban yaitu perluasan wilayah ke daerah pinggiran.
Buku ini membahas secara sistematis dan komprehensif ihwal perambahan kota dan segregasi di kota besar. Selain menyajikan konsep dan teoretis perambahan kota, penulis juga memotret fenomena urbanisasi dan sub-urbanisasi disertai contoh kasus yang memudahkan pembaca memahaminya. Oleh karena itu, buku ini laik dibaca oleh para pembelajar Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota, Ilmu Kependudukan, Ilmu Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil.

 
Hubungi kami