Intelektual Kampung: Manifestasi Sinergitas Kampung Lingkar Kampus

Kategori: Intrans Publishing | 724 Kali Dilihat
Intelektual Kampung: Manifestasi Sinergitas Kampung Lingkar Kampus Reviewed by Amar Nur Islami on . This Is Article About Intelektual Kampung: Manifestasi Sinergitas Kampung Lingkar Kampus

Penulis: Redy Eko Prastyo Ukuran: 15,5×23 cm Halaman: 220 hlm Sejatinya, keberadaan perguruan tinggi tidak terpisahkan dari masyarakat dan lingkungannya. Perguruan tinggi hadir menjadi peta sekaligus lentera penerang jalan bagi masyarakat menuju kehidupan luhur selaras cita-cita bangsa Indonesia. Kritik “menara gading” perguruan tinggi yang mengemuka belakangan ini perlu direspons secara… Selengkapnya »

Rating: 5.0
Preorder - Prosess Hari

Hubungi Kami

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
18-11-2023
Detail Produk "Intelektual Kampung: Manifestasi Sinergitas Kampung Lingkar Kampus"

Penulis: Redy Eko Prastyo
Ukuran: 15,5×23 cm
Halaman: 220 hlm

Sejatinya, keberadaan perguruan tinggi tidak terpisahkan dari masyarakat dan lingkungannya. Perguruan tinggi hadir menjadi peta sekaligus lentera penerang jalan bagi masyarakat menuju kehidupan luhur selaras cita-cita bangsa Indonesia. Kritik “menara gading” perguruan tinggi yang mengemuka belakangan ini perlu direspons secara positif dan konkret oleh para civitas akademika. Kritik tersebut dilatari fenomena keterpisahan ilmu pengetahuan yang menjulang di perguruan tinggi, namun tidak membumi di tengah masyarakat. Karena itu, Tri Dharma perguruan tinggi perlu digugat agar kembali pada cita mulia perguruan tinggi.
Literatur yang tersaji dalam buku Intelektual Kampung: Manifestasi Sinergitas Kampung Lingkar Kampus karya Redy Eko Prastyo ini sebagai bukti kesatuan ilmu pengetahuan dan praksisnya. Melalui Kampung Cempluk Festival, warga bergotong royong menciptakan peristiwa budaya, dan di sepanjang tahun berlangsung kerja-kerja kebudayaan, seperti membangun kesadaran bersama, mencipta lumbung pengetahuan, dan sebagai pemelajaran antar-subjek warga. Berjalannya fungsi sosial seorang akademisi itu disebut intelektual organik oleh Gramsci (1987), sementara konteks gerakan sosial-budaya di kampung dalam buku ini dikonsepsi sebagai intelektual kampung; kala ilmu pengetahuan bermuara pada pengabdian masyarakat dari tatanan terkecil masyarakat yakni kampung.

 
Hubungi kami