Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemonik dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia Karya Moh Zaini

Kategori: Intrans Publishing » pendidikan kritis | 788 Kali Dilihat
Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemonik dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia Karya Moh Zaini Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemonik dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia Karya Moh Zaini

Judul: Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemoni dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia Penulis: Dr. Moh Zaini, M.Pd. Ukuran: 15,5 x 23 cm Halaman: 216 Halaman ISBN: 978-623-6529-362 Harga: Rp. 103.000 Penerbit: Intrans Publishing Kategori: Sosiologi Pendidikan Buku ini merupakan otopsi kritis atas kebijakan Ujian Nasional (UN) yang dinilai telah melenceng dari cita-cita… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 103.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
13-06-2025
Detail Produk "Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemonik dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia Karya Moh Zaini"

Judul: Politik Kebijakan Pendidikan: Hegemoni dan Marginalisasi Potensi Dasar Manusia

Penulis: Dr. Moh Zaini, M.Pd.

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Halaman: 216 Halaman

ISBN: 978-623-6529-362

Harga: Rp. 103.000

Penerbit: Intrans Publishing

Kategori: Sosiologi Pendidikan

Buku ini merupakan otopsi kritis atas kebijakan Ujian Nasional (UN) yang dinilai telah melenceng dari cita-cita luhur pendidikan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas. Dengan pendekatan politis, filosofis, dan dekonstruktif, penulis membongkar bagaimana kebijakan pendidikan—terutama UN—menjadi alat hegemonik negara yang menekan dan menakutkan bagi peserta didik, para pendidik, institusi pendidikan, bahkan pemerintah daerah. Kebijakan ini menunjukkan watak otoriter yang secara halus maupun keras menyingkirkan potensi dasar manusia yang unik dan beragam, menggantinya dengan standar-standar sempit yang diseragamkan secara nasional tanpa memperhatikan keragaman konteks lokal.

Melalui pembacaan terhadap teks kebijakan dan praktiknya di lapangan, buku ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi menjadi ruang pembebasan, justru sebagai arena kontrol kekuasaan. Negara menciptakan kesadaran magis dan naif yang membuat masyarakat menerima kebijakan seolah-olah takdir, sekaligus meredam suara-suara kritis yang mempertanyakan otoritas pusat. Di sinilah letak penting buku ini: menjadi suara alternatif yang mengajak pembaca merefleksikan ulang politik pendidikan kita, serta membayangkan arah kebijakan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan memberdayakan seluruh potensi bangsa dari pusat hingga daerah.

 
Hubungi kami