Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi Karya Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd.

Kategori: Madani » Sosiolinguistik | 836 Kali Dilihat
Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi Karya Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd. Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi Karya Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd.

Judul: Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi Penulis: Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd. Editor: Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum. Ukuran: 15,5 x 23 cm Halaman: 178 Halaman ISBN: 978-623-8042-51-7 Harga: Rp90.000 Penerbit: Madani (Madani adalah Lini Penerbit Intrans Publishing) Kategori: Sosiolinguistik   Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana transformasi… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 90.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
03-07-2025
Detail Produk "Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi Karya Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd."

Judul: Ekolinguistik dan Wacana Siber: Konstruksi, Transformasi Ekologis, dan Refleksi

Penulis: Dr. Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd.

Editor: Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum.

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Halaman: 178 Halaman

ISBN: 978-623-8042-51-7

Harga: Rp90.000

Penerbit: Madani (Madani adalah Lini Penerbit Intrans Publishing)

Kategori: Sosiolinguistik

 

Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana transformasi bahasa pada era digital telah membentuk dan mengarahkan cara manusia berinteraksi, berpikir, serta membangun relasi dengan lingkungan hidup. Dalam ruang siber yang penuh dinamika, bahasa tak lagi hadir sekadar sebagai teks atau ujaran verbal, melainkan juga dalam bentuk multimodal—menggabungkan visual, suara, dan algoritma. Buku ini menunjukkan bahwa setiap kata, metafora, dan narasi yang beredar di media digital memiliki kekuatan untuk membentuk persepsi publik, memengaruhi kebijakan, hingga melegitimasi praktik eksploitatif terhadap alam. Melalui pendekatan ekolinguistik, pembaca diajak untuk lebih kritis membaca bahasa sebagai representasi ideologi dan alat perjuangan ekologis.

Lebih dari sekadar kajian linguistik, buku ini merupakan panggilan untuk membangun kesadaran ekologis melalui kekuatan bahasa. Di tengah maraknya greenwashing, eufemisme teknokratis, dan disinformasi media digital, ekolinguistik menjadi alat penting untuk membongkar narasi yang merusak dan membangun narasi alternatif yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan mengusung prinsip-prinsip keberagaman, konteks budaya lokal, dan transformasi sosial, buku ini menggabungkan teori dan praktik dalam kerangka yang aplikatif bagi akademisi, aktivis, pendidik, dan masyarakat luas. Inilah buku yang menyatukan ilmu, empati, dan aksi untuk masa depan bumi yang lebih lestari.

 
Hubungi kami