Oligarkopolis Karya Nanang Farid Syam

Kategori: Beranda » Novel | 196 Kali Dilihat
Oligarkopolis Karya Nanang Farid Syam Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Oligarkopolis Karya Nanang Farid Syam

Judul: Oligarkopolis Penulis: Nanang Farid Syam Ukuran:13 x 19 cm Halaman: 176 Halaman Harga: Rp71.000 ISBN: 978-623-5453-76-7 Penerbit: Beranda (Lini Penerbit Intrans Publishing) Kategori: Novel Usegmentasi: 17+   Di Kota Bara, kekuasaan bukan milik rakyat, melainkan milik Ordo Nox, sebuah entitas gelap yang mengendalikan hukum dan ekonomi demi melanggengkan tirani.… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 71.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
04-08-2026
Detail Produk "Oligarkopolis Karya Nanang Farid Syam"

Judul: Oligarkopolis

Penulis: Nanang Farid Syam

Ukuran:13 x 19 cm

Halaman: 176 Halaman

Harga: Rp71.000

ISBN: 978-623-5453-76-7

Penerbit: Beranda (Lini Penerbit Intrans Publishing)

Kategori: Novel

Usegmentasi: 17+

 

Di Kota Bara, kekuasaan bukan milik rakyat, melainkan milik Ordo Nox, sebuah entitas gelap yang mengendalikan hukum dan ekonomi demi melanggengkan tirani. Dinda, seorang jurnalis pemberani, bersama rekan-rekannya, Randi dan Densi, berusaha membongkar proyek fiktif dan korupsi sistemik yang mencekik kota mereka.

 

Namun, perjuangan itu berubah menjadi palagan penuh pengkhianatan saat garis antara kawan dan lawan mulai kabur. Dinda harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang yang ia percayai memiliki kaitan erat dengan musuh yang mereka lawan. Di tengah kepungan Ordo Nox dan bayang-bayang masa lalu sang martir bernama Ali, mereka dipaksa memilih: tunduk pada sistem atau bangkit melawan meski harus membayar harga yang sangat mahal.

 

“Melalui Oligarkopolis, Nanang Farid Syam menghadirkan sebuah cerita tentang bagaimana kekuasaan bekerja di balik layar, bagaimana hukum bisa kehilangan makna ketika tunduk pada kepentingan, dan bagaimana suara manusia biasa berhadapan dengan sistem yang jauh lebih besar dari dirinya. Novel ini mengingatkan kita bahwa fiksi adalah ruang untuk menyimpan ingatan, mempertanyakan kenyataan, dan menjaga keberanian untuk melawan ketika kebenaran mulai dipersempit.” – Okky Madasari, Sastrawan dan Sosiolog

 
Hubungi kami