Judul: Pedang Osman di Selat Madura
Penulis: Iftitah
Ukuran: 14 x 21 cm
Halaman: 228Halaman
Harga: Rp82.000
ISBN: dalam proses
Penerbit: Beranda (Lini Penerbit Intrans Publishing)
Kategori: Novel
Tereman, sebuah kampung di pesisir selatan Madura, merupakan tanah tua yang konon “hanya menyambut orang-orang pilihan”. Muaranya dipenuhi cerita ganjil, dari perahu emas hingga jejak mayat tanpa nama, yang seakan menyimpan rahasia perlawanan masa silam.
Dari tanah itulah jejak sebuah keluarga kiai bermula. Kiai Haji Hosein, ulama muda yang pernah menimba ilmu hingga Tanah Suci, membangun langgar, merawat rakyat lewat ilmu dan laku, sekaligus berhadapan dengan intrik penjajah dan para kaki tangannya. Ketika ia lenyap ditelan penangkapan, Tereman seperti kehilangan bintang. Namun sejarah tidak pernah benar-benar selesai. Munajat, putranya, tumbuh di pesantren yang jauh dari rumah, ditempa menjadi kiai muda sekaligus pendekar pencak, lalu pulang untuk menghidupkan kembali pesantren dan menjaga kampung dari cengkeraman Belanda hingga Jepang.
Di tengah getir penjajahan, pengkhianatan, strategi pembebasan, serta keberanian rakyat kecil yang berjalin dengan keteguhan iman, sebuah perjalanan ke Demak membuka pintu rahasia yang lebih besar. Sebilah pedang melengkung yang tersimpan rapi dan bertuliskan nama yang menggetarkan seolah menautkan Tereman pada misi jauh dari seberang lautan, dari dunia yang tak pernah dibayangkan orang kampung.








