Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral Karya Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I.

Kategori: sejarah | 1115 Kali Dilihat
Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral Karya Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I. Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral Karya Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I.

Judul: Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral Penulis: Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I. Ukuran: 15,5 cm x 23 cm Halaman: 255 hlm Harga: Rp90.000 Penerbit: Madani (Madaniadalah Kelompok Intrans Publishing) Kategori: Pendidikan Tahun Terbit: 2024   Yastrib dikenal ebagai nama wilayah yang, sebelum masuknya Islam,… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 90.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
24-10-2024
Detail Produk "Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral Karya Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I."

Judul: Madinah yang Haram: Anatomi, Sejarah Sosial, dan Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral

Penulis: Dr. Ahmad Lutfi, M. Fil.I.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm

Halaman: 255 hlm

Harga: Rp90.000

Penerbit: Madani (Madaniadalah Kelompok Intrans Publishing)

Kategori: Pendidikan

Tahun Terbit: 2024

 

Yastrib dikenal ebagai nama wilayah yang, sebelum masuknya Islam, memiliki ruang sosial yang profan. Kelak, bersamaan dengan hadir Muhammad yang membawa Islam, wilayah ini berubah nama menjadi Madinah seiring dengan perjalanan waktu, Muhammad hadir dengan membawa Islam dan berhasil merubah wajah Yastrib yang semula menjadi pusat politik ansich menjadi Madinah yang menjadi wilayah otoritas keagamaan dan ilmiah. Sebuah momentum peralihan yang ditandai oleh penetepan Piagam Madinah (Misaq al-Madinah/the Madinah Charter) pada 622 Masehi. Jika Piagam Madinah menjadi pilar awal peralihan dari pusat politik menjadi pusat atau model keagamaan maka Sab’atu Fuqahai al-Madinah menjadi pilar lembaga keilmuan. Lembaga-lembaga ilmu pengetahuan tersebut tumbuh dan berkembang di tempat-tempat ibadah, seperti Masjid Nabawi

 
Hubungi kami