RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia Karya Yulianeta

Kategori: Intrans Publishing » Kritik Sastra | 936 Kali Dilihat
RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia Karya Yulianeta Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia Karya Yulianeta

Judul: RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia Penulis: Yulianeta Ukuran: 15,5 cm x 23 cm Halaman: 142 Halaman Harga: Rp80.000 ISBN: 978-623-6529-28-7 Penerbit: Intrans Publishing Kategori: Kritik Sastra   Lebih dari sekadar penari tradisional, ronggeng menyimpan jejak panjang perempuan dalam pusaran makna—antara keindahan dan stigma, tubuh yang dipuja dan dikendalikan, budaya… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 80.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
19-05-2025
Detail Produk "RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia Karya Yulianeta"

Judul: RONGGENG: Perempuan dalam Kesusastraan Indonesia

Penulis: Yulianeta

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm

Halaman: 142 Halaman

Harga: Rp80.000

ISBN: 978-623-6529-28-7

Penerbit: Intrans Publishing

Kategori: Kritik Sastra

 

Lebih dari sekadar penari tradisional, ronggeng menyimpan jejak panjang perempuan dalam pusaran makna—antara keindahan dan stigma, tubuh yang dipuja dan dikendalikan, budaya yang diwariskan dan kekuasaan yang dipertanyakan.

Buku ini menelusuri representasi ronggeng dalam sastra Indonesia, seperti Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Ronggeng karya Dewi Linggasari, dan Karti Kledek Ngrajek karya S.W. Warsito, serta dalam tradisi lisan, puisi, dan film. Dengan pendekatan sosiologi sastra, pembaca diajak menyelami tokoh-tokoh seperti Srintil, Pursilah, dan Karti—perempuan yang menari di tengah batas-batas sosial dan makna yang dibentuk oleh budaya patriarkal.

Lebih dari sekadar kajian sastra, buku ini adalah panggilan untuk membaca ulang budaya dan perempuan dengan cara yang lebih kritis dan manusiawi. Selaras dengan nilai Sustainable Development Goals (SDG 4 dan 5), buku ini adalah bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami ronggeng—bukan hanya di panggung pertunjukan, tetapi dalam sejarah, narasi, dan kesadaran budaya kita.

 

 

 
Hubungi kami