Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi Karya Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah 

Kategori: sejarah » Selaksa Media | 755 Kali Dilihat
Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi Karya Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah  Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi Karya Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah 

Judul: Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi Penulis: Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah Ukuran: 13 x 19 Halaman: 172 Halaman Harga: Rp90.000 Penerbit: Selaksa Media (Selaksa Media adalah Lini Penerbit Intrans Publishing) Kategori: Sejarah Tahun Terbit: 2024   Mata air bukan… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 90.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
02-12-2024
Detail Produk "Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi Karya Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah "

Judul: Mata Air di Tanah Malang: Menelusuri Historisitas, Melacak Eksistensi

Penulis: Fathoni P. Nanda, Nabila Amelia, Rori Dinanda Bestari, dan Nahdiatul Affandiah

Ukuran: 13 x 19

Halaman: 172 Halaman

Harga: Rp90.000

Penerbit: Selaksa Media (Selaksa Media adalah Lini Penerbit Intrans Publishing)

Kategori: Sejarah

Tahun Terbit: 2024

 

Mata air bukan sekadar aliran—ia adalah sumber kehidupan, peradaban, dan cerita tak terucap. Buku ini membawa kita menyelami Malang Raya dari perspektif yang berbeda: dari mata airnya yang beberapa terkenal dan ramai dikunjungi, namun banyak yang tersembunyi di balik rimbun pepohonan, lereng-lereng, pun di tengah hiruk-pikuk kota. Dari Sumber Maron yang menjadi ikon rekreasi lokal hingga Sumber Pitu yang tersohor keindahan alamnya yang sakral. Nuansa dan kesegaran alam pegunungan menjadikan buku ini pengingat bersahabat bagi pembaca untuk mencintai, menjaga, dan merawat salah satu anugerah terbesar dari bumi Arema.

 
Hubungi kami