Penulis: M. Dwi Cahyono, dkk.
Beranda
Uk 14×21 cm
Harga: 92.000
Sinopsis:
Pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi isu yang mengemuka di era kehidupan modern dan arus globalisasi kekinian. Perlu kita sadari bersama pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi secara kreatif. Laksana praktik yang ditampilkan warga Kampung Cempluk Malang; merayakan kebudayaan dalam bingkai Festival Kampung Cempluk setiap tahunnya. Sejak berdiri hingga 2023 ini, 13 tahun sudah Festival Kampung Cempluk berlangsung. Tentu usia itu tidak diperoleh begitu saja, tetapi ada cerita, makna, kreativitas, dan dinamika yang menyertainya hingga mampu bernapas panjang.
Dalam rangka mendokumentasikan sejarah perjalanan Festival Kampung Cempluk, buku Bhaktapradesa: Napas Panjang Festival Kampung Cempluk ini hadir menghiasi literasi kita. Bhaktapradesa diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna kebaktian pada desa-desa (kampung-kampung). Judul ini dipilih karena mencerminkan semangat para penulis yang terdiri dari para pembakti kampung, apresiator kampung, dan warga penggiat kampung. Bagai judulnya, isi buku ini memuat perjalanan sebuah kampung yang mampu mengembangkan identitas budaya dan menguatkan ekonomi warga. Semoga praktik baik ini memantik semangat dan kreativitas hingga membangkitkan kampung-kampung di Nusantara menuju keberdayaan.
Dalam rangka mendokumentasikan sejarah perjalanan Festival Kampung Cempluk, buku Bhaktapradesa: Napas Panjang Festival Kampung Cempluk ini hadir menghiasi literasi kita. Bhaktapradesa diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna kebaktian pada desa-desa (kampung-kampung). Judul ini dipilih karena mencerminkan semangat para penulis yang terdiri dari para pembakti kampung, apresiator kampung, dan warga penggiat kampung. Bagai judulnya, isi buku ini memuat perjalanan sebuah kampung yang mampu mengembangkan identitas budaya dan menguatkan ekonomi warga. Semoga praktik baik ini memantik semangat dan kreativitas hingga membangkitkan kampung-kampung di Nusantara menuju keberdayaan.








