Antopologi Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama

Kategori: Intrans Publishing | 563 Kali Dilihat
Antopologi Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama Reviewed by Admin Store Intrans on . This Is Article About Antopologi Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama

Judul: Antopologi  Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama Penulis: Dr. H. M. Dimyati Huda, M.Ag. Ukuran: 15,5 cm x 23 cm Halaman: 156 Halaman Harga: Rp. 114.000 Sinopsis: Pada bagian pertama buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami akar dari moderasi dalam Islam melalui eksplorasi idealitas dan realitas, serta bagaimana eklektisisme… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 114.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
28-05-2025
Detail Produk "Antopologi Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama"

Judul: Antopologi  Masyarakat Islam terhadap Moderasi Beragama

Penulis: Dr. H. M. Dimyati Huda, M.Ag.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm

Halaman: 156 Halaman

Harga: Rp. 114.000

Sinopsis: Pada bagian pertama buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami akar dari moderasi dalam Islam melalui eksplorasi idealitas dan realitas, serta bagaimana eklektisisme berperan dalam hubungan antara moderasi, agama, dan negara. Bagian ini juga menyoroti aspek humanistik dan historis dari moderasi Islam, refleksi keagamaan modern oleh Muslim moderat, dan keterkaitan antara nasionalisme dan moderasi Islam.

Bagian kedua membahas norma budaya dan otoritas dalam konteks moderasi, tujuan moderasi agama, serta pendekatan intelektualitas terhadap moderasi. Antropologi moderat dan pluralisme agama dan refleksi atas rekonstruksi moderasi agama juga menjadi sorotan penting dalam bab ini.

Dalam bab ketiga, buku ini mengupas kristalisasi ideologis antara moderasi dan Undang-Undang Dasar, keniscayaan pluralisme, serta historisitas hubungan antara moderasi dan negara. Dialektika antara moderasi agama dan Pancasila, serta upaya rekonsiliasi melalui pluralisme dan restorasi sejarah juga dibahas dengan mendalam.

Bab keempat menyoroti tantangan dan peluang moderasi agama di era digital. Diskusi dimulai dari moderasi agama di ruang digital, literasi digital untuk mendukung moderasi, hingga polarisasi moderasi agama dan etika digital.

Bagian akhir buku ini berfokus pada implementasi moderasi agama di masyarakat. Perilaku keagamaan masyarakat, antropologi moderasi agama melalui tradisi lokal seperti sedekah bumi, serta penguatan moderasi agama lokal melalui resiliensi budaya menjadi topik utama dalam bab ini.

 
Hubungi kami