Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi) Karya Abdul Aziz SR

Kategori: Intrans Publishing | 1388 Kali Dilihat
Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi) Karya Abdul Aziz SR Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi) Karya Abdul Aziz SR

Judul: Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi) Penulis: Abdul Aziz SR Ukuran: 15,5 x 23 cm Halaman: 426 Halaman Harga: Rp170.000 ISBN: 978-623-6529-17-1 Penerbit: Intrans Publishing Kategori: Ekonomi-Politik Tahun Terbit: 2024 Kebijakan investasi perpasaran dirancang dalam logika liberalisasi ekonomi dan sangat… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 170.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
11-12-2024
Detail Produk "Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi) Karya Abdul Aziz SR"

Judul: Ekonomi Politik Monopoli: Negara Pelayan Kapitalis dan Kuasa Korporasi dalam Bisnis Pasar Modern (Edisi Revisi)
Penulis: Abdul Aziz SR
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Halaman: 426 Halaman
Harga: Rp170.000
ISBN: 978-623-6529-17-1
Penerbit: Intrans Publishing
Kategori: Ekonomi-Politik
Tahun Terbit: 2024

Kebijakan investasi perpasaran dirancang dalam logika liberalisasi ekonomi dan sangat pro-asing. Sektor pasar modern yang sebelumnya tertutup, dibuka seluas-luasnya bagi investasi asing. Liberalisasi tersebut—termasuk memperbolehkan pemilikan asing hingga 100%—membuat korporasi mancanegara dominan dalam bisnis pasar modern Indonesia. Dalam konteks negara pelayan kapitalis (state as servant to capitalists), Indonesia sekaligus juga kehilangan sikap selektif dan prinsip kehati-hatian dalam membuka bidang usaha bagi investor asing. Kebijakan ini pun berdampak sangat besar; pemain domestik tidak mampu bersaing, dan pasar-pasar tradisional juga terpinggirkan. Mengapa negara tidak membuka peluang investasi asing di bisnis pasar modern secara bertahap? Negara sesungguhnya bukan tidak memiliki kemampuan untuk itu. Tetapi, negara melihat aspek lain yang lebih menguntungkan, yakni nilai ekonomi besar yang lebih menguntungkan, yang didapatkan secara instan. Negara pelayan kapitalis selain lebih menghamba ke pemilik modal (oligarki ekonomi), juga kebijakan-kebijakannya lebih didasarkan pada nilai guna ekonomi semata serta kepentingan pragmatis kekuasaan

 
Hubungi kami