Bajunya Sini Karya Ratna Indraswari Ibrahim

Kategori: Antologi Cerpen » Beranda | 331 Kali Dilihat
Bajunya Sini Karya Ratna Indraswari Ibrahim Reviewed by Miri Pariyas on . This Is Article About Bajunya Sini Karya Ratna Indraswari Ibrahim

Judul: Bajunya Sini Penulis: Ratna Indraswari Ibrahim Ukuran: 13×19 cm Halaman: 124 Harga: Rp77.000 ISBN: 978-623-5453-70-5 Penerbit: Beranda (Kelompok Intrans Publishing) Kategori: Antologi cerpen Tahun Terbit: 2026   Sini, sang primadona di kompleks pelacuran ini. Kali ini, dia tidak suka mendengar coloteh teman-temannya. Sini punya rencana akan membuat baju untuk… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 77.000

Order via SMS

+62 852-8403-8688

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
14-01-2026
Detail Produk "Bajunya Sini Karya Ratna Indraswari Ibrahim"

Judul: Bajunya Sini

Penulis: Ratna Indraswari Ibrahim

Ukuran: 13×19 cm

Halaman: 124

Harga: Rp77.000

ISBN: 978-623-5453-70-5

Penerbit: Beranda (Kelompok Intrans Publishing)

Kategori: Antologi cerpen

Tahun Terbit: 2026

 

Sini, sang primadona di kompleks pelacuran ini. Kali ini, dia tidak suka mendengar coloteh teman-temannya. Sini punya rencana akan membuat baju untuk adiknya yang akan menikah dua minggu lagi. Diamatinya kain yang baru dibelinya itu. Dia akan membuatkan baju yang anggun untuk pengantin baru itu. Sini ingat, bulan yang lewat adiknya dan calon suami datang ke Sini meminta izin untuk mendahului Sini menikah. Dia mengizinkan dengan ikhlas. Sebab, Sini dan pacarnya, Parno, sepakat akan sama-sama mengumpulkan uang sebanyak-banyak lebih dulu agar kalau mereka menikah sudah punya modal untuk membuka warung.

Terdengar dari sini suara tertawa dari sini suara tertawa temannya. Sini membantin, “Mereka kalau ketawa kayak pelacur jalan saja. Saya tak bisa mecah model kalau mendengar suara ngakak mereka.”

Tiba-tiba, beberapa teman masuk ke kamarnya. Ada yang memperhatikan gelombang radio yang sedang mengumandangkan lagu-lagu kesukaannya. Yang lainnya, mencomot kue kering dari stoples. Lantas sebab yang masuk ke kamarnya semakin banyak. Mereka saling bergurau sehingga Seini merasa semakin bising.

Masuk ke kamar Patmi…

 

 
Hubungi kami